Mengenai Saya

Foto Saya
saya adalah mahasiswa administrasi bisnis angkatan 2007. skripsi saya mengenai UMKM di Kasongan Yogyakarta. konsentrasi penelitian saya mengenai lingkungan industri dan marketing. next time, saya akan konsen di manajemen strategis untuk perusahaan besar, dan UMKM. tujuan utama saya mengejar beasiswa s2. semnagtt Hidup, Bergerak dan Tuntaskan Perubahan!!!

Minggu, 26 Desember 2010

Materi 3. Genetika


SEL SEBAGAI PEMBAWA SIFAT YANG DITURUNKAN

Di dalam nukleus terdapat kromosom yang mengandung gen. Gen berfungsi mengatur penurunan sifat kepada keturunannya. Ilmu yang mempelajarinya disebut GENETIKA.
Tokoh pelopornya adalah GY Mendel (1822 – 1884) disebut Bapak Genetika. Dia melakukan berbagai percobaan, mengamatai sifat keturunan dari generasi ke generasi, dan berhasil membuat perhitungan matematika tentang sifat genetisnya. Faktor genetis ini oleh mendel disebut sebagai determinant. Morgan (1914) menyampaikan teori bahwa : Gen yang menjadi susunan terkecil bahan genetis terdapat banyak dalam satu kromosom.
Pengertian istilah-istilah dalam belajar genetika :
* Sifat Dominan : sifat yang kuat mengalahkan sifat yang lemah, simbul huruf besar
* Sifat Resesif : sifat yang lemah dikalahkan sifat yang kuat, simbul huruf kecil
* Fenotip : tampilan yang bisa diamati, kombinasi genotip dan pengaruh lingkungan.
* Genotip : Sifat dasar yang tidak tampak dan tetap pada suatu individu, tidak dapat dipengaruhi lingkungan, dan diturunkan ke keturunannya.
* Alel : anggota dari sepasang gen. (Dominan huruf besar, resesif huruf kecil)
* Homozigot : Individu yang genotipnya terdiri alel yang sama ( TT, tt, dsb)
* Hereditas : sifat-sifat yang diturunkan
* Gen : Unit-unit hereditas yang dipindahkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
* Kromosom : benda-benda halus berbentuk benang / batang yang terdapat didalam nukleus, merupa- kan bahan pembawa sifat keturunan.
* Sentromer : bagian dari kromosom yang membagi kromosom menjadi dua lengan.
* Mutasi : Perubahan sifat keturunan
* Hibrid : Hasil perkawinan antara dua individu yang mempunyai sifat berbeda;
* Monohibrid : Suatu hibrid dengan satu sifat beda. Contoh : Aa atau Bb, dst
* Dihibrid : Suatu hibrid dengan dua sifat beda. Contoh : AaBb atau CcDd, dst
* Mutasi kecil : perubahan sifat keturunan yang menimbulkan perubahan kecil yang kadang tidak jelas membuat perubahan fenotip atau berbeda sedikit saja dari leluhurnya.
* Mutasi besar : perubahan sifat keturunan yang menimbulkan perubahan besar pada fenotip, yang biasanya dianggap abnormal atau cacat

Sifat-sifat yang diturunkan antara lain :
Alkbino (bulai); putih pucat kulitnya
Sumbing ( belahan pada bibir ataupun labgit-langit)
Ayan (Epilepsi) (kejang-kejang, mulut berbusa, tidak sadar)
Thalasemia (eritrosit peceah terus sehingga hemoliisis)
Gila, Buta Warna, Buta kecap, Kembar, Hemofili (darah sukar beku), Kencing Manis (diabetes)
Polidaktili jumlah jari (tangan / kaki) lebih banyak dari biasanya.
Contoh 1.
Pasangan orang tua, keduanya bergolongan darah AB. Dengan menggunakan metode papan catur dari Punnett, maka golongan darah anak-anaknya dapat diketahui :

A
B

Gol. darah anak-anaknya :
25% bergolongan darah A
50% bergolongan darah AB
25% bergolongan darah B

A
AA
(Gol A)
AB
(Gol AB)
B

AB
(Gol AB)
BB
(Gol B)

Contoh 2.
Pasangan Orang Tua, salah seorang bergolongan darah A dengan genotipe AO dan seorang lagi bergolongan darah B dengan genotipe BO

A
O

Gol. darah anak-anaknya :
25% bergolongan darah AB
25% bergolongan darah B
25% bergolongan darah A
25% bergolongan darah O
B
AB
(Gol AB)
BO
(Gol B)
O

AO
(Gol A )
OO
(Gol O)

Contoh 3:
Pasangan orang tua, salah seorang bergolongan darah A dengan Genotip AO dan seorang lagi bergolongan darah O

A
O


Gol. darah anak-anaknya :
50% bergolongan darah A
50% bergolongan darah O



O
AO
(Gol AB)
OO
(Gol B)
O

AO
(Gol A )
OO
(Gol O)

Catatan :
Disamping pemberian simbul genotipe seperti di atas, beberapa ahli genetika memberikan pula simbul yang lain untuk genotipe sebagai berikut :

Golongan Darah Genotipe
A
IA IA IAIO (IA i)
B
IB IB IBIO (IB i)
AB
IA IB
O
IO IO (i i)

C. Penurunan yang terikat Seks (Sex Linked)
Kromosom pada manusia berjumlah 23 pasang yang terdiri dari 22 pasang kromosom tubuh (autosome) dan satu pasang kromosom kelamin (sex kromosome). Kromosome kelamin pada wanita dinyatakan dengan XX sedangkan pada pria dinyatakan dengan XY

Secara Teoritis kemungkinan untuk mendapatkan anak laki-laki atau perempuan dapat dilihat pada perhitungan berikut :
X
Y

Kelamin anak-anaknya :
50% Anak Laki-Laki
50% Anak Perempuan


X
XX
(Perempuan)
XY
(Laki-laki)
X

XX
(Perempuan)
XY (Laki-laki)

Ditulis oleh Bp. Sutrisno pengampu mata kuliah IAD, merupakan dosen Fak. Peternakan UNDIP 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar